Sejarah

Sejarah Fakultas Syariah dan Hukum

Fakultas Syariah IAIN Jakarta diresmikan akhir tahun 1968 dengan dekan pertamanya dijabat oleh Rektor Prof. Soenardjo. Sedangkan jabatan dekan defenitif pertama dijabat oleh H.M. Syukri Gazali, mantan kepala Direktorat Urusan Agama Departemen Agama. Setelah habis jabatannya, Dekan fakultas Syariah dijabat oleh Peunoh Daly yang sebelumnya adalah dosen Fakultas Tarbiyah.

Pada tahun 1974 Peunoh Daly mendapat tugas belajar ke Mesir, maka terjadi kekosongan jabatan dekan fakultas Syariah. Tahun 1974  Direktorat Jenderal Klembagaan Islam, Drs. Kafrawi, MA melantik Amir Syarifuddin sebagai dekan fakultas Syariah IAIN Jakarta yang dibantu; Drs. Mustajib sebagai pembantu dekan bidang akademik, Drs. Rustan SA sebagai pembantu dekan bidang administrasi, dan Drs. Usman Bintang sebagai pembantu bidang kemahasiswaan. Dalam periode ini Fakultas Syariah menjalin kerjasama dengan fakultas Hukum Universitas Indonesia dan lembaga Peradilan Agama. Mitra kerja Fakultas Syariah adalah Direktur Pembinaan Peradilan Agama Departemen Agama yang dipimpin Wasit Aulawi, MA. Era kepemimpinan Amir Syarifuddin tercipta sinergitas dengan Departemen Agama khususnya seluruh Pengadilan Tinggi Agama. Kerja sama yang baik dengan lembaga peradilan agama menguntungkan bagi fakultas syariah dana mengadakan tempat praktek pengadilan bagi mahasiswa. Pada sisi lain Fakultas Syariah melakukan kerjasama dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional Deparatemen Kehakiman ketika itu dipimpin Tengku Moh. Radhie, SH. Hubungan ini memberi kesempatan kepada fakultas Syariah untuk terliat dalam pertemuan ilmiah dalam membicarakan hokum Nasional. Amir Syarifuddin kemudian dipercaya untuk periode kedua (1977-1979) setelah menjabat dua tahun sebelumnya (1974-1977).

Sejarah Program Studi Hukum Keluarga

Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyyah) merupakan perubahan nama dari jurusan Qadha, Peradilan Agama, Ahwal Syakhshiyyah yang pernah ada dalam sejarah program studi di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Program  Studi  Ahwal  Syakhshiyyah  bertujuan  menyiapkan  peserta didik menjadi anggota masyarakat  yang memiliki kemampuan Akademik dan atau prosfesional yang dapat menerapkan, membangun Ilmu Hukum Keluarga khususnya dalam bingkai Kesyariahan. Mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Hukum Keluarga serta mengupayakan peng- aplikasiannya dalam kehidupan masyarakat  yang  bersifat keindonesiaan. Disamping  itu,  mampu  melahirkan  anak  didik yang   berdedikasi  dan semangat tinggi berkarakter syariah,  untuk terwujudnya keluarga yang sakinah yang   menjunjung tinggi nilai kebenaran, keadilan keterbukaan kritis dan kreatif.

Kompetensi Lulusan program studi Ahwal Syakhshiyah sangat luas mulai dari profesi  Hakim,  Panitera,   Pegawai Pencatat Nikah  (PPN), Advokasi, Jaksa, Pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Agama, PEMDA dan Sekretariat Jenderal DPR/MPR RI, Dosen, Aktivis LSM, anggota KPU hingga menjadi Politikus.