Kompetensi Lulusan

Kompetensi Lulusan

  1. Menguasai konsep teoritis ilmu hukum syariah dan ilmu hukum konvensional, khususnya yang terkait dengan hukum keluarga dan hukum perdata Islam di Indonesia.
  2. Menguasai konsep teoritis dan praktik dalam menerima, memeriksa, mengadili, menyelesaikan dan memutus setiap perkara yang diajukan kepadanya
  3. Menguasai konsep teoritis dan memahami secara praktik pelayanan teknis di bidang administrasi perkara, administrasi umum dan memahami tugas kegiatan kepaniteraan dan kesekretariatan dalam menyusun program kerja jangka panjang dan pendek di pengadilan agama.
  4. Menguasai secara mendalam prosedur berperkara di pengadilan agama.
  5. Mampu menerapkan dan berpikir logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam pengembangan dan implementasi ilmu hukum keluarga yang integratif antara nilai-nilai keislaman, kemanusiaan dan keindonesiaan.
  6. Mampu menggunakan dan menerapkan teknologi untuk mengembangkan keilmuan bidang hukum keluarga yang integratif dan holistik.
  7. Mampu mengambil keputusan yang tepat dan terukur  dalam  bidang hukum keluarga berdasarkan data, fakta dan analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.
  8. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, terukur dan akuntabel dalam bidang hukum keluarga.
  9. Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi bidang hukum keluarga dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidangnya
  10. Mampu menghasilkan karya ilmiah bidang hukum keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, etika dan kode etik ilmiah
  11. Mampu menyusun kajian ilmiah tentang hukum keluarga secara deskripsi plus analisis dalam bentuk hasil skripsi atau laporan tugas akhir.
  12. Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks penyelesaian masalah di bidang hukum keluarga berdasarkan hasil analisis informasi dan data.
  13. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dalam bidang hukum keluargadengan pembimbing, kolega dan sejawat baik di dalam maupun di luar lembaganya.
  14. Mampu bertanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dalam bidang hukum keluarga
  15. Mampu melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan terkait bidang hukum keluargayang ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya.
  16. Mampu melakukan proses evaluasi diri bidang hukum keluargaterhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya,
  17. Mampu mengelola pembelajaran bidang hukum keluargasecara mandiri.
  18. Mampu mendokumentasikan kajian-kajian ilmiah bidang hukum keluarga, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.
  19. Mampu menggunakan bahasa Indonesia untuk tujuan akademik bidang hukum keluarga.
  20. Mampu menggunakan bahasa Arab dasar untuk tujuan memahami referensi bidang hukum keluarga.
  21. Mampu menggunakan bahasa Inggris untuk tujuan akademik bidang hukum keluarga.
  22. Menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan tepat dan bertanggungjawab untuk memperkuat dan menambah wawasan bidang hukum keluarga.
  23. Memiliki kemampuan soft skills (berpikir kritis, kewirausahaan, leadership dan teamwork) untuk memperkuat teori dan praktek bidang hukum keluarga.

 

Profil Lulusan

  1. Hakim, yaitu praktisi hukum yang mampu menerima, memeriksa, mengadili, menyelesaikan/ memutus setiap perkara yang diajukan kepadanya secara adil, jujur, profesional, bertakwa, berakhlak mulia dan bertanggungjawab di Pengadilan Agama.
  2. Panitera, yaitu praktisi hukum yang mampu merencanakan dan melaksanakan pelayanan teknis di bidang administarsi perkara, administarsi umum dan administrasi lainya yang berkaitan dengan menyiapkan konsep rumusan kebijakan dalam menggerakkan dan mengarahkan pelaksanaan tugas kegiatan kepaniteraan dan kesekretariatan dalam menyusun program kerja jangka panjang dan jangka pendek di pengadilan agama.
  3. Pengacara, yaitu praktisi hukum yang memiliki kemampuan dalam memberi jasa hukum, memberikan bantuan dan advokasi hukum kepada pihak yang berperkara di bidang hukum keluargabaik didalam maupun diluar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan undang-undang yang berlaku.
  4. Konsultan dan Mediator, yaitu praktisi hukum yang memiliki kemampuan untuk memberikan layanan dan nasehat hukum selakukan mediasi antara pihak-pihak yang bersengketa serta bagi pihak-pihak yang memiliki masalah hukum dalam bidang hukum keluarga.
  5. Pegawai Pengadilan dan PPN, yaitu pegawai administrasi pengadilan agama dan pegawai administrasi hukum perkawinan yang memiliki kemampuan dalam mengatur pencatatan perkawinan kantor urusan agama kementerian agama se-Indonesia.
  6. Legal Drafter, yaitu praktisi perundang-undangan yang memiliki kemampuan dan ahli dalam merancang naskah akademik, rancangan undang-undangan dan produk perundangan lainnya terutama dalam bidang hukum keluarga
  7. Peneliti, yaitu mampu melakukan design penelitian dan melaksanakannya untuk kemajuan hukum keluarga.
  8. Tenaga Pengajar, yaitu akademisi yang mampu menjadi dosen dan pegiat pendidikan dalam bidang hukum keluarga.